Momen Kocak Demo, Mobil Tahu Bulat Kejebak di Antara Massa. Jakarta kembali diramaikan oleh aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025, kali ini terkait protes terhadap revisi UU Pemilu yang tengah hangat dibahas. Di tengah riuhnya orasi dan barisan polisi, sebuah momen tak terduga mencuri perhatian: sebuah mobil tahu bulat yang biasanya berkeliling dengan suara khas “Tahu bulat, digoreng dadakan!” terjebak di antara kerumunan massa dan barikade polisi. Kejadian ini sontak menjadi sorotan, menghadirkan tawa di tengah situasi tegang. Mobil tersebut, yang seharusnya hanya melayani pembeli camilan, malah jadi “penutup” tak resmi dari aksi unjuk rasa di kawasan Senayan, Jakarta. BERITA BOLA
Momen ini terjadi di sore hari, saat ribuan demonstran memadati jalanan menuju Gedung DPR. Di antara spanduk, teriakan, dan asap gas air mata, mobil tahu bulat ini tiba-tiba muncul dan tak bisa bergerak karena terhimpit massa. Pedagangnya tetap berusaha tenang, bahkan sempat melayani beberapa pembeli dari kalangan demonstran yang mendadak lapar. Kejadian ini tak hanya mencuri perhatian di lokasi, tetapi juga viral di media sosial, menjadi hiburan di tengah ketegangan politik.
Siapa Pemilik Mobil Tersebut
Mobil tahu bulat yang menjadi pusat perhatian ini dimiliki oleh Suryo, seorang pedagang berusia 38 tahun asal Jakarta Barat. Suryo sudah tiga tahun menjalani usaha tahu bulat keliling dengan mobil pikap kesayangannya, yang dilengkapi peralatan menggoreng dan pengeras suara ikonik. Ia dikenal ramah di lingkungannya dan sering berkeliling di kawasan Senayan dan sekitarnya untuk menjajakan dagangannya. Pada hari itu, Suryo mengaku tidak menyangka akan terjebak dalam kerumunan demonstrasi. “Saya cuma mau lewat ke rute biasa, eh tiba-tiba jalanan macet dan penuh orang,” ujarnya dengan nada polos. Meski panik, Suryo tetap berusaha menjaga dagangannya, bahkan sempat menggoreng tahu untuk beberapa demonstran yang mendekat.
Mengapa Dia Bisa Kejebak Diantara Massa dan Polisi
Kejadian ini bermula ketika Suryo, seperti biasa, memulai rute kelilingnya di pagi hari. Ia tidak menyadari bahwa ada rencana demonstrasi besar di kawasan Senayan. Saat melintas di Jalan Gatot Subroto, ia terperangkap di tengah arus demonstran yang mulai memadati jalanan. Jalan utama menuju DPR ditutup sebagian oleh polisi, dan barikade keamanan membuat mobilnya tak bisa bergerak maju atau mundur. Di satu sisi, massa demonstran terus berorasi, sementara di sisi lain, barisan polisi dengan tameng berdiri tegak. Mobil Suryo pun terhimpit di tengah, menjadi pemandangan yang kontras: suara “Tahu bulat, digoreng dadakan!” menggema di antara teriakan tuntutan politik. Beberapa demonstran bahkan sempat membantu mengarahkan mobilnya agar tidak terjepit lebih lama, tetapi situasi tetap membuatnya stuck selama hampir dua jam.
Reaksi Kocak Para Netizen Atas Hal Ini
Begitu video dan foto mobil tahu bulat ini menyebar di media sosial, netizen langsung ramai memberikan komentar kocak. Seorang pengguna di platform X menulis, “Cuma di Indonesia, demo serius kok ada abang tahu bulat nyanyi-nyanyi di tengah massa!” Lainnya berkomentar, “Abang tahu bulat ini MVP, tetap jualan meski diapit polisi dan demonstran!” Tak sedikit pula yang membuat meme, menggabungkan gambar mobil Suryo dengan caption seperti “Tahu bulat: solusi lapar di tengah demo!” Ada pula netizen yang bercanda, “Ini abang tahu bulat sengaja ikut demo apa cuma nyasar sih?” Reaksi ini menunjukkan bagaimana momen tak terduga ini mampu mencairkan suasana, meski hanya sebentar, di tengah ketegangan aksi unjuk rasa. Bahkan, beberapa netizen memuji ketangguhan Suryo yang tetap berjualan di situasi sulit, menyebutnya sebagai simbol “hustle” sejati ala pedagang Indonesia.
Kesimpulan: Momen Kocak Demo, Mobil Tahu Bulat Kejebak di Antara Massa
Momen kocak mobil tahu bulat yang terjebak di tengah demonstrasi 28 Agustus 2025 menjadi pengingat bahwa di tengah situasi serius, selalu ada celah untuk tawa dan kehangatan. Suryo, sang pedagang, tanpa sengaja menjadi bintang dadakan karena keteguhannya menjalankan usaha meski terhimpit massa dan polisi. Kejadian ini juga menunjukkan daya tahan pedagang kecil di Indonesia yang tak mudah menyerah, bahkan di situasi tak terduga. Reaksi netizen yang penuh humor memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia mampu menemukan sisi ringan dari setiap keadaan. Momen ini, meski sederhana, menjadi cerminan semangat pantang menyerah dan kemampuan untuk tetap tersenyum di tengah tantangan.