Warung nasi Uduk yang Terletak di Bogor Terbakar. Kebakaran hebat melanda sebuah warung nasi uduk populer di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ini menyebabkan kepanikan di kawasan kuliner yang ramai tersebut. Warung yang dikenal dengan cita rasa khas dan pelanggan setianya ini hangus dalam waktu singkat, meninggalkan kerugian besar bagi pemiliknya. Petugas pemadam kebakaran berjuang keras untuk memadamkan api, sementara warga sekitar turut membantu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan. Siapa pemilik warung ini, apa penyebab kebakaran, dan berapa total kerugian yang dialami? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA
Siapa Pemilik Warung Tersebut
Warung nasi uduk yang terbakar ini dimiliki oleh Ibu Siti Aminah, seorang warga Bogor berusia 52 tahun yang telah menjalankan usaha kuliner tersebut selama lebih dari 20 tahun. Warung Nasi Uduk Ibu Siti, begitu nama tempatnya, sudah menjadi ikon di Jalan Suryakencana, kawasan kuliner legendaris di Bogor. Ibu Siti dikenal sebagai pedagang yang ramah dan berdedikasi, dengan resep nasi uduk yang diwariskan dari keluarganya. Warungnya sering dipadati pelanggan, baik warga lokal maupun wisatawan, karena menyajikan nasi uduk dengan lauk pauk tradisional seperti ayam goreng, tempe orek, dan sambal kacang yang khas. Selain mengelola warung, Ibu Siti juga mempekerjakan tiga karyawan yang membantu operasional sehari-hari. Keberadaan warung ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan keluarga, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Bogor yang kaya.
Apa Yang Memicu Kebakaran Itu Terjadi
Kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji di area dapur warung. Menurut keterangan petugas pemadam kebakaran, api pertama kali terlihat di bagian belakang warung, tempat kompor gas berada. Diduga, tabung gas 12 kilogram yang digunakan untuk memasak mengalami kebocoran, menyebabkan percikan api dari kompor langsung menyambar dan memicu kebakaran. Kondisi diperparah oleh banyaknya bahan mudah terbakar di sekitar dapur, seperti minyak goreng dan kain lap. Angin kencang pada malam itu juga membuat api cepat menyebar ke seluruh bangunan warung, yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bambu. Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor mengerahkan tiga unit mobil pemadam dan berhasil mengendalikan api dalam waktu satu jam, tetapi warung sudah ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi seorang karyawan mengalami luka bakar ringan di tangan saat berusaha memadamkan api awal. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk pemeriksaan instalasi gas dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Berapa Total Kerugian Yang Dialami Oleh Pemilik Warung Tersebut
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp250 juta. Warung yang memiliki luas sekitar 40 meter persegi itu hangus sepenuhnya, termasuk peralatan masak, meja, kursi, dan stok bahan makanan seperti beras, minyak, dan bumbu. Selain itu, Ibu Siti juga kehilangan uang tunai sekitar Rp3 juta yang disimpan di warung untuk kebutuhan operasional harian. Bangunan warung, yang merupakan milik Ibu Siti, tidak diasuransikan, sehingga kerugian ini menjadi beban berat baginya. Pendapatan harian warung, yang biasanya mencapai Rp2-3 juta, juga terhenti untuk waktu yang belum ditentukan. Meski begitu, Ibu Siti mendapat dukungan dari komunitas lokal, dengan beberapa pedagang tetangga menggalang dana untuk membantu pemulihan. Pemerintah Kota Bogor juga menjanjikan bantuan berupa pinjaman lunak untuk pelaku UMKM yang terdampak bencana, meski prosesnya masih dalam tahap pengajuan. Kerugian ini tidak hanya berdampak finansial, tetapi juga emosional, karena warung ini telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga Ibu Siti selama dua dekade.
Kesimpulan: Warung nasi Uduk yang Terletak di Bogor Terbakar
Kebakaran yang menghanguskan Warung Nasi Uduk Ibu Siti di Jalan Suryakencana, Bogor, pada 23 Agustus 2025, menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam pengelolaan usaha kuliner. Diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas, insiden ini menyebabkan kerugian hingga Rp250 juta, menghancurkan warung yang telah menjadi ikon kuliner lokal selama 20 tahun. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini meninggalkan luka bagi Ibu Siti dan keluarganya, baik dari segi finansial maupun emosional. Dukungan dari komunitas dan pemerintah setempat menjadi harapan untuk membantu pemulihan usaha ini. Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi pelaku usaha lain untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, seperti pemeriksaan rutin instalasi gas, guna mencegah kejadian serupa di masa depan. Dengan semangat pantang menyerah, Ibu Siti diharapkan dapat bangkit dan kembali menghidangkan nasi uduk legendarisnya untuk warga Bogor.